Senin, 23 Mei 2011

WAKTU (Berdialog dengan "Satu Detik")

Pada suatu hari aku duduk dan menghadapkan hati ini kehadirat Allah SWT, sambil menyesali rentang usia yang ku lalui. Kupanggil satu detik dari waktu hidupku. Aku katakan kepadanya :

* Aku harap engkau mau kembali kepadaku, agar aku dapat menggunakanmu untuk berbuat kebajikan

  • Sesungguhnya tidak ada waktu yang mau berkompromi untuk berhenti
* Wahai detik, aku mohon..., kembalilah kepadaku agar aku dapat memanfaatkanmu dan mengisi kekuranganku pada dirimu.
  • Bagaimana aku dapat kembali padamu, padahal aku telah tertutup oleh perbuatan-perbuatanmu ?
* Cobalah lakukan hal yang mustahil itu dan kembalilah kepadaku! betapa banyak detik-detik selainmu yang juga ku sia-siakan

  • Seandainya kekuasaan ada di tanganku, pastilah aku akan kembali kepadamu, namun tiada kehidupan bagiku, dan itu terlipat oleh lembaran-lembaran amalmu dan diserahkan kepada Allah SWT
* Apakah mustahil, jika engkau kembali kepadaku, padahal engkau sedang berbicara kepadaku?
  • Sesungguhnya detik-detik dalam kehidupan manusia ada yang dapat menjadi kawan setianya dan adakalanya ia menjadi musuh terbesarnya. Aku adalah termasuk detik-detik yang menjadi musuh besarnya. Aku adalah detik-detik yang menjadi musuhmu dan yang menjadi saksi atasmu di hari kiamat kelak. Mungkinkah akan bertemu dua orang yang saling bermusuhan?
* Alangkah menyesalnya aku yang sering menyia-nyiakan detik-detik dalam hidup ini, tetapi sekali lagi kumohon agar engkau sudi kembali kepadaku, niscaya aku akan beramal sholeh "didalammu" yang pernah kutinggalkan.

Maka detik itupun terdiam, tidak mengeluarkan sepatah katapun. Akupun lantas memanggilnya :
* Wahai detik, tidaklah engkau dengar panggilanku? kumohon jawablah....
  • Wahai orang yang lalai akan dirinya, wahai orang yang menyia-nyiakan waktunya.... Tahukah engkau, saat ini, demi mengembalikan satu detik saja, sesungguhnya engkau telah menyia-nyiakan beberapa detik dari umurmu. Mungkinkan engkau dapat mengembalikan mereka? Namun aku hanya dapat berpesan kepadamu, "Sesungguhnya segala perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) segala perbuatan yang buruk"
Maka wahai sahabatku bersegeralah...., beramallah...., bersungguh-sungguhlah...., bertaqwalah kepada Allah SWT dimanapun engkau berada. Ikutilah perbuatan buruk itu dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskannya, dan bergaullah dengan sesama manusia dengan budi pekerti luhur!
(Jasiem M. Badr al-Muthawi', Efisiensi Waktu konsep Islam, Prolog)


0 komentar:

Posting Komentar